Artikel Utama:
-
Islam bukanlah agama damai dan kasih yang hebat, yang telah dibajak dan dibengkokkan oleh segelintir orang jahat – para penjahat “Islamo-Fasis” atau “militan Islam” atau “kaum Fundamentalis Islam” atau “Jihadis” atau “kelompok Wahabian” atau “Islamis radikal” atau “Islamis politis”, dan sebagainya.
Tidak pernah ada pembajakan. Tidak pernah ada pembengkokan. Tidak ada Islam moderat. Tidak ada Islam radikal. Tidak ada Islam politik. Tidak ada Islamisme. Islam adalah Islam.
Sekali lagi, orang-orang Muslim ini hanyalah BENAR-BENAR MENGIKUTI pengajaran-pengajaran Quran dan teladan Muhammad sebagaimana digambarkan dalam Hadith. SEMUA ITU HANYALAH SOAL ISLAM – DASAR KAFIR BODOH.
-
Di dalam perenungan saya menemukan sebuah kesimpulan, bahwa semua orang Kristen sudah menerima anugrah keselamatan. Sedangkan saya masih terus berdoa siang malam meminta-minta untuk diberi keselamatan dan mendoakan nabi Muhammad Saw beserta keluarganya supaya diberi keselamatan. Dari situ saya bertambah semangat untuk mengkaji lebih dalam pernyataan ayat-ayat Al Qur’an. Mulai dari Surat Al Faatikhah sampai surat An Nas.
-
Yesus adalah gembala yang berlainan samasekali dengan Muhammad penggembala-kambing. Muhammad adalah manusia solitaire akibat dari kemiskinan dan yatim piatu sejak kecil. Ia jadi perenung tentang banyak hal, ya tentang nasib dirinya dan ya tentang masyarakat Arabnya. Pada dasarnya ia bukan ber-natur gembala, melainkan harus menjadi gembala upahan sementara sambil memimpikan dirinya kelak bisa menjadi nabi (yang diutus) seperti Musa dan Daud, yang dianggapnya juga sama-sama gembala tadinya. Itu adalah sebuah angan-angan dan pencocok-cocokkan Muhammad pribadi belaka kepada sosok mereka.
-
Pihak Islam misalnya harus diizinkan mendirikan rumah-rumah ibadahnya atau berdakwah atau menyebarkan traktatnya di London, di Paris dan dimana-mana di dunia, namun jelas kegiatan serupa tidak diizinkan bagi gereja-gereja untuk berdiri apalagi untuk beroperasi penginjilan di Saudi Arabia, dan dikawasan Dar al-Islam manapun (Negara-negara Syariah Islam). Status quo sepihak inilah (dan bukan reciprocity timbal balik) yang diterima sebagai “reciprocity ala Islam”.
-
Ada dua kategori orang Muslim. Yang pertama adalah orang-orang yang membela Muhammad dan apapun yang dilakukannya, tanpa memedulikan pertimbangan kepatutan, kebenaran atau keadilan. Mereka tidak menyangkali pernikahannya dengan anak berusia 9 tahun, pembunuhan-pembunuhan yang dilakukannya, pembantaian-pembantaian tawanan perang, genosida-genosida, perkosaan, kebejatan seksualnya, dan semua perbuatannya yang tidak terhormat. Bagi mereka ia adalah manusia sempurna, dan tidak seorang pun boleh mempertanyakan tindakan-tindakannya.
Kelompok yang kedua, adalah orang-orang yang menyangkali sebagian atau semua fakta histori mengenai Muhammad dan membengkokkan bukti agar membuatnya dapat diterima oleh moralitas modern. Mereka disebut orang Muslim moderat. Di dalam cangkang, orang moderat adalah orang-orang yang menyangkali kebenaran menjijikkan mengenai nabi mereka, lebih menyukai dusta daripada kebenaran dan hidup dengan kepala mereka disembunyikan dalam tanah.
-
Saya tidak dapat mengatakan pada anda apa yang harus anda lakukan dengan hidup anda. Saya berjuang demi dunia dimana semua orang bebas melakukan apa yang dikatakan hati nuraninya, selama hal itu tidak mencederai kebebasan orang lain. Sudah tentu kebebasan mempunyai efek samping, sama seperti hal lainnya. Tidak akan ada pesawat yang jatuh jika tidak ada perjalanan udara. Ponsel dapat menyebabkan tumor otak. Tetapi tidak ada orang yang menyarankan agar membuang pesawat dan ponsel. Apa yang anda lakukan adalah efek samping dari apa yang saya perjuangkan. Pornografi adalah efek samping dari kebebasan. Kita tidak menyingkirkan kebebasan hanya karena segelintir orang menyalahgunakannya.
-
Saya memandang sekilas kepada Alkitab itu dan seolah-olah muncul suara yang telah ratusan kali terngiang-ngiang di kepala saya ‘KALIAN TELAH MERUBAH ALKITAB KALIAN”. Maka saya pun menangis tersedu-sedu. Bahkan saat ini ketika saya menuliskan kata-kata ini, air mata masih mengalir di mata saya. Saya ingin menyentuhnya. Itu sama seperti menyentuh saudara-saudara saya yang telah menuliskannya 1600 tahun yang lalu. Kita akan berkumpul bersama meskipun mereka telah meninggal untuk jangka waktu yang lama. Ini adalah sesuatu yang nyata, bukti yang bisa disentuh bahwa Injil tidak pernah berubah.
Muslim mengklaim bahwa Alkitab telah dirubah. Apakah ada bukti untuk klaim ini di dalam Quran, dalam Hadis dan dalam sejarah? Kalau kedua kitab ini berbeda dalam apa yang disampaikan, bagaimana caranya kita memilih diantara keduanya? Bagaimana kita mengetahui seorang nabi sejati?
© Answering Islam, 1999 - 2013. All rights reserved.