返回总目录
ISA terang dunia
ISA AL-MASIH ADALAH TERANG DUNIA
Maka tatkala saya membaca perkataan hari Natal, saya ingat kepada kalimat Pembukaan di dalam Kitab Injil yang berbunyi: "Pada Mulanya adalah Kata". In den beginne was het Woord. Kata itu menjadi satu kepercayaan daripada rakyat seluruhnya. In den beginne was het Woord, en het was bij God, en het woord was God. En het woord was het leven der mensen. En het leven was het licht dewr mensen en het licht niet begreoun. Pada Mulannya adalah Kata. Dan, Kata itu adalah Tuhan. Kata itu adalah hidup manusia dan hidup adalah cahaya cemerlang bagi manusia, dan cahaya cemerlang itu telah bersinar di dalam kegelapan, tetapi kegelapan tak mengerti akan cahaya terang itu.
Pidato Bung Karno, New Emerging Forces Ciri Abad Kedua Puluh, di Jakarta, 18 Desember 1961. [
1]
Isa al-Mukhalish al-'alam - Yesus Juru Selamat Dunia, telah bersabda :
"Akulah Terang Dunia, Barangsiapa mengikut Aku, ia tidak berjalan dalam kegelapan tetapi memperoleh Terang Hidup"
Yohanes 8:12.
Sabda Al-Masih Isa di atas diucapkan dalam konteks hari lebaran dan perayaan Yahudi yang disebut Perayaan Pondok Daun (Ibrani : hag hassukot) Istilah hag dalam bahasa Ibrani parallel dengan hajj dalam bahasa Arab [2].
Disebut Pondok Daun kerana orang-orang Yahudi pada zaman itu mendirikan kemah-kemah dari daun-daun di pelataran Baitul Maqdis (Bait Suci) di Yerusalem, untuk memperingati pengembaraan mereka dari tanah Mesir (arets Mitsrayim) ke tanah Perjanjian di bawah pimpinan Nabi Musa dan Nabi Harun.
Mengapa hazrat Isa al-Masih tiba-tiba berkata mengenai Terang (Ibrani 'Or, Arab Nur) ? Bagaimana konteksnya ? Sabda Sayidina al-Masih Isa diucapkan masih dalam rangkaian perayaan/ritus Hosanah Rabbah - Hosana Agung yang disebut juga "puncak perayaan", yaitu pada hari yang kelapan (shemini atseret).
Untuk membayangkan latarbelakang ucapan Yesus, marilah kita ikuti literatur (sastera) Yahudi yang disebut Mishnah di Baitul Maqdis -Ibrani : Beit Hammiqdash Yerusalem, pada kemuncak perayaan tersebut :
"…terdapat empat menorah (kaki dian) emas dengan masing-masing empat tempat minyak semacam mangkok di atasnya dan empat tangga naik. Empat Imam (kohanim) yang paling muda naik menuju menorah masing-masing dengan membawa kendi yang berisi 9 liter minyak zaitun yang mereka tuangkan ke dalam tempat penyimpanan minyak tersebut.
Dari sebuah korset itu, para imam membuat sumbu dan menyalakan menorah, sehingga tidak ada tempat di halaman Bait Allah yang dikelilingi tembok-tembok itu tidak diterangi oleh cahaya Beit ha Sho'evah (rumah perayaan). Orang-orang saleh dan orang-orang yang berkehendak baik menari-nari mengelilingi menorah dengan membawa obor di tangan mereka, sambil memainkan harpa, cymbal, terompat dan alat-alat musik lainnya yang tidak terhingga banyaknya...
Sukkah 5 : 2-4 [3]
Selanjutnya, Gemarah menjelaskan di bahagian ini, bahawa tinggi menorah atau kaki dian tersebut adalah 75 kaki (Sukkah 52b). Termasuk dalam rangkaian upacara ini adalah upacara nisuh hamayim (pencurahan air) yang melatarbelakangi sabda hazrat Isa al-Masih dalam Yohanes 7:37.
Jadi, ritual pencurahan air yang diambil dari kolam Siloam ini digabungkan dengan cahaya terang benderang dan tari-tarian, karena perayaan Sukkot (Pondok Daun) secara khusus adalah perayaan kegembiraan [4]. Dalam konteks upacara tersebutlah, sabda Isa al-Masih bahawa Dia adalah Terang Dunia telah diucapkan (Yohanes 8:12).
ISA AL-MASIH (SANG MESIAS) -TERANG BAGI SEMUA BANGSA-BANGSA
Dalam terang pengharapan akan kedatangan Al-Masih (menjadi bahasa Yunani/Latin Mesias - Penyelamat), TUHAN akan mengutus Messiah-Nya sebagai "terang bangsa-bangsa". Istilah "bangsa-bangsa" dalam bahasa Ibrani menunjuk kepada bangsa-bangsa SELAIN ISRAEL.
Oleh karena itu sabda "Isa al-Masih bahwa barangsiapa yang mengikut Dia "tidak berjalan dalam kegelapan, melainkan akan memperoleh Terang Hidup", secara cermat menggenapi nubuat Nabi Yesaya 8:23 - 9:1 yang dalam bahasa aslinya berbunyi :
"… derek hayyam, 'aver hayyarden gelil haggoyim. Ha 'am haholekim behosyek ra'u 'or gadol, yosyevi be arets tsalmawet 'or negah aleikhem"
" … jalan ke laut, daerah seberang Sungai Yordan, Galilea wilayah bangsa-bangsa lain. Bangsa yang berjalan dalam kegelapan, telah melihat terang yang besar, mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar".
Jadi, Isa al-Masih adalah Terang Dunia, yang menerangi setiap orang yang berjalan dalam kegelapan agar mereka memperoleh Terang Hidup. Dan sejak kedatangan al-Masih, tembok-tembok eksklusivisme Yahudi dihancurkan. Isa tidak hanya diutus bagi Bani Israel, tetapi Baginda adalah Penyelamat Dunia. Laksana Terang yang tidak pernah membatasi cahaya-Nya, bersinar di halaman istana raja-raja ataupun di comberan tempat sampah.
Bangsa-bangsa yang dulu dianggap rendah, kaum yang dianggap "abangan" secara keagamaan, semua dilawat oleh cahaya-Nya yang terang benderang. Tidak mengenal perbedaan, tidak ada diskriminasi.
Dalam terminilogi Yahudi, istilah "ha 'am haholekim behesyek" (bangsa-bangsa yang berjalan dalam kegelapan) dan "arets tsalmawet" (negeri kekelaman atau harfiah: "negeri yang dibayangi oleh maut"), kira-kira maknanya dekat dengan sebutan bahasa Arab "Jahiliah" (kebodohan). Sedangkan istilah goyim (Gentiles, "non-Yahudi") juga mengandung makna "bangsa-bangsa Kafir" yang tidak mengenal Allah yang disembah Israel. Jadi, konotasinya sangat merendahkan. Tidak hanya agama-agama non-Yahudi, tetapi juga bangsa-bangsa lain.
Pengharapan Yahudi sendiri juga menyebut Messiah yang akan datang sebagai "Terang bagi bangsa-bangsa lain" ( 'or haggoyim). Ungkapan Yesus lebih tegas lagi: Ani 'or ha 'olam (Akulah Terang Dunia). Dalam tafsir para rabbi Yahudi, 'or (Terang) selalu dikaitkan dengan perbincangan tentang Messiah yang akan datang. Misalnya, dalam Yesaya 49:6 Allah berfirman kepada Messiah yang disebut Hamba TUHAN ('ebed Yahweh): "Aku akan membuat Engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa ('or goyyim), supaya keselamatan yang daripadaKu sampai ke ujung bumi" (Bandingkan juga: Yes. 60:1 dan Dan. 2:22).
Patut dicatat pula, pernyataan diri Yesus sebagai Terang Dunia tersebut juga menggenapi nubuat Nabi Zakaria (Za.14:16-20) bahawa kemuliaan-Nya akan dinyatakan di Yerusalem pada Hari Raya Pondok Daun. Taksiran-tafsiran Yahudi pra-Kristen, khususnya yang tertulis dalam targum-targum, juga menghubungkan ayat ini dengan kemuliaan dari Messiah yang akan datang.
MAKNA 'OR (TERANG) DALAM MISTIK YAHUDI
Menariknya lagi, dalam tradisi mistik Yahudi selain menghubungkan 'or (terang) dengan Messiah yang akan datang, ungkapan ini juga menunjuk pada kepra-Ada-an (praeksistensi) Penyelamat itu sendiri. Dalam Gematria diungkapkan "rahsia bilangan" beberapa ungkapan mistis Yahudi. Misalnya, 3 aksara yang membentuk kata Ibrani 'or, "terang" ('ayin, waw dan resh) adalah 1 + 6 + 200 = 207. Jumlah ini sama dengan kata raz, "misteri" (200 + 7 =207) dan zer, "mahkota" (7 + 200).
Selanjutnya, kata Ibrani 'ein soph, "yang tidak berkesudahan" ('ein, 1 = 10 = 50 dan sop, 60 + 6 + 80 = 207) dan frasa Adon ha 'Olam, "Tuhan semesta alam" (Adon, 1 + 4 + 6 + 50 dan ha 'olam, 70 + 6 + 30 + 40 = 207). 5)